ENSIKLOPEDI SASTRA >>>| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z |
PERIBAHASA >>>>>>>>>>| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z |

Search Only this Blog Content

Custom Search

Resensi Novel Harimau! Harimau!

Harimau! Harimau!
 
Novel karya Mochtar Lubis ini pertama kali diterbitkan oleh Pustaka Jaya pada tahun 1975. Sifatnya satire terhadap kepemimpinan bangsa Indonesia, karena isi cerita dari novel ini merujuk pada realita kehidupan politk di tengah masyarakat Indonesia ketika itu. Mochtar Lubis mencoba menguak kezaliman, kesewenang-wenangan, ketidakadilan, penindasan dan perilaku buruk lainnya yang lakukan pemerintah di zamannya itu.
Isinya mengisahkan tentang tipe tiga tokoh cerita yakni, Wak Katok, Pak Haji dan Buyung. Wak Katok dan Pak Haji adalah tipe pemimpin yang mewakili watak pemimpin dan politisi bangsa Indonesia ketika itu. Wak Katok adalah tokoh yang menguasai mantra-mantra tapi semuanya palsu. Ia juga menggunakan jimat palsu, munafik, lalim, suka menindas. Sedangkan Pak Haji adalah pemimpin yang intelek namun penakut, tidak berani bertindak, suka mengasingkan diri dari permasalahan masyarakat demi keselamatan diri sendiri. Sedangkan Buyung adalah seorang pemuda yang penuh dengan idealisme sejati.
Kisahnya tentang 7 orang pencari damar di hutan rimba Sumatera Tengah dan dalam perjalanan pulang ke rumah dengan membawa hasil. Dalam perjalanan itu, tak disangka seekor harimau besar membuntuti lalu menerkam salah seorang dari mereka. Peristiwa ini menimbulkan kepanikan sekaligus konflik psikologis, sosial dan moral di antara mereka. Di antara mereka terjadi saling menuding dan mengungkapkan bahwa dosa-dosalah yang menyebabkan harimau itu menyerang.
Namun, akhirnya harimau itu berhasil dibunuh mereka setelah Wak Katok yang diyakini memiliki mantra dan jimat palsu, berwibawa dan sakti harus tewas diterkam sang harimau.
Karena isinya yang penuh kirtikan, novel Harimau! Harimau! ini mendapat hadiah dari Yayasan Buku Utama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1975.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

TRANSLATOR

News

Loading...

Popular Posts

Alternative Medicines

INFORMATION AND COMMUNICATION OF INDONESIAN CIVIL SERVANT